TOLERANSI DAN PERDAMAIN HANYA ADA DALAM PEMERINTAHAN ISLAM
Posted by naruto4828 pada Desember 16, 2008
Hari minggu yang lalu, saya berkunjung ke Pesantren Al-Zaytun untuk menjenguk keponakan yang msantren di Ponpes termegah se Asia Tenggara ini. Baru pertama saya berkunjung ke pesantren yang kontroversial ini, ternyata keberadaannya di tengah hutan, kalau boleh saya bilang demikian.
Namun yang membuat saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini adalah tulisan baliho di depan gerbang masuk, “Pesantren pusat pengembangan budaya toleransi dan Perdamaian“. Saya sempat berfikir apa hubungannya dengan para pemrakarsa yang akan mngarahkan Islam sebagai agama sosiologis dan hendak menjauhkan dari kemurnian Islam sebagai agama ilahiyah (karena istilah ini mengingatkan saya dengan pemikiran JIL dan sejenisnya). Ternyata setelah saya mendapatkan majalah “Berita Nasional” dan majalah “Tokoh Nasional” yang dimana Pemimpin Umumnya Syakh panji Gumilang, yang notabene pemimpin al-Zaytun, jelaslah bahwa pesantren ini satu misi dengan kelompok Islam Liberal. Yang tujuan utamanya hendak membendung pergerakan islam yang hendak menjadikan Syari’at Islam sebagai HUKUM POSITIF di bumi nusantara ini.
Mereka menjadikan isu Toleransi dan Perdamaian sebagai senjatanya untuk meredam umat agar tidak melakukan perlawanan terhadap segala bentuk kedzaliman kaum lan tardlo terhadap islam dan umatnya. Bahkan Syakh Panji Gumilang tidak segan-segan mengatakan bahawa “TOLERANSI ADALAH AQIDAH”. Naudzubillah….
Kalau kita melihat fakta sejarah (dalil aqli) juga dalil-dalil naqli yang tertera dalam al-Qur’an, bahwa perdamaian dan toleransi tidak akan pernah terwujud kecuali dalam sebuah pemerintahan Islam. Konsep rahmatan lil alamin (nama ini juga yang akan dipakai masjid Ponpes al-Zaytun, yang sekarang sedang dalam tahap proses pembagunan) hanya akan berlaku bila islam tengah memimpin dunia ini. Toleransi dan Perdamaian adalah buah dari tegaknya Aqidah Islamiyah. Toleransi dan Perdamaian adalah Akhlaq yang tumbuh dari pohon (syari’at) yang berakar Aqidah.
Toleransi dan Perdamaian dalam negara jahil sekuler hanya sebagai alat untuk menina bobokan agar umat islam tidak bercita-cita menegakkan islam menjadi sebuah intitusi negara dan Al-Qur’an jadi hukum positifnya. Padahal cita-cita ini harus dimiliki oleh setiap umat yang mengaku muslim, karena misi inilah yang telah dicontohkan oleh Rasulululloh Saw (lihat Qs 48 : 28 dan 9 : 33).
Bila melihat kiprah sosok Panji Gumilang sendiri, ia adalah sosok kontroversial yang mirip Abdurohman Wahid atau Gus Dur. Kalau Gus Dur berada dalam pemerintahan NKRI, kalau Syekh Panji gumilang berada dalam pemerintahan yang mengatasnamakan Negara Islam. Dan Ekonomi adalah Aqidah kelompok syekh Panji, dengan mengerahkan ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan warganya untuk mencari dana dengan berbagai cara, entah halal atau haram (diantaranya target Infaq /iuran faksa) untuk membangun “pemerintahannya”. Salah seorang warganya pernah mengungkapkan bahwa untuk melawan Amerika harus dengan ekonomi??????. Bukankah Rasulululah Saw berhasil meruntuhkan pemerintahan Jahiliyah Qurays, Romawi dan Persia dengan senjata Iman dan taqwa walau perbekalan masih minim???.