Ibadah Haji, Syari’at Favorit di Negara Sekuler
Posted by naruto4828 pada Desember 11, 2008
Sudah kita fahami, bahwa faham sekuler adalah faham yang ingin memisahkan antara kehidupan agama dengan kehidupan keseharian, khususnya kenegaraan. Faham Sekuler akan mengakomodasi aspirasi umat Islam yang hanya menjalankan Syari’at secara seremonial, simbolis dan ritual. Dan akan menghalang-halangi setiap upaya yang akan menegakkan Syari’at islam secara kafah.
Diantara kegiatan ritual umat islam yang difavoritkan oleh masyarakat dan pemerintahan sekuler adalah syari’at ibadah haji. Mengapa demikian ?. Karena dalam pelaksanaan ibadah haji ini kental sekali muatan ekonomisnya. Lahan basah untuk mengeruk kekayaan bagi aparat-aparat penyelenggaranya.
Dan ONH adalah salah satu sumber lahan basah tersebut. Maka tidak heran bila DEPAG adalah Departemen terkorup.
- Apabila tiap tahun yang berangkat haji dari Indonesia sebanyak 200.000 orang dengan ONH dirata-ratakan $ 2500, maka dana yang terkumpul kurang lebih $ 500 juta pertahun. Apabila dari tahun 1945 hingga 2001, maka dana umat islam dari hasil pelaksanaan haji berjumlah lebih kurang $ 13 milyard.
- Bandingkan dengan hutang luar negeri RI sejak tahun 1945-1996 (Orde lama) sebesar $ 2,6 milyard, sejak tahun 1967-1974 (Orde Baru) sebesar $ 3,6 milyard. Jumlah hutang luar negeri RI hingga tahun 2001 sebesar 6.251.600.000 atau $ 6,2 milyard. Jika dari $ 13 milyard dipotong untuk BBM Pesawat, akomodasi, gaji/komisi/bonus penyelenggara maka hutang tersebut akan lunas.
Namun apa yang terjadi ?
Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam kondisinya masih berada dibawah garis kemiskinan dengan alasan negara harus menganggung beban hutang. Rakyat hingga ke anak cicitnya yang menjadi penanggung hutang tersebut, dengan sulitnya mendapat lapangan kerja, biaya sekolah yang tidak terjangkau, bahan kebutuhan pokok terus naik, BBM terus melambung, walaupun turun hanya 500 perak??????????.